Langsung ke konten utama

Postingan

Seru (nya) Bermain Peran

Institute Ibu Profesional memiliki mantra dasar untuk membangun kekompakan bersama anggota keluarga, yaitu :

Banyak Main Bareng  Banyak ngobrol bareng Banyak beraktivitas bareng
Jadi "Main" bareng anak merupakan salah satu cara kita untuk bisa kompak sama anak-anak. Saya memang merasakan benar jika sering main dengan anak-anak kita akan tahu cara mereka belajar, tahu betapa tinggi imajinasi nya, dan juga seberapa fair mereka pada saat bermain dengan cara mereka yang super gemessss. 
Melalui Time Line di media online bertebaran banyak nya ragam kegiatan bermain untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak,salah satu nya ialah Bermain Peran. Permainan ini sering kami mainkan bersama-sama dengan properti seadanya tapi tetep seru juga dan membuat anak-anak ketagihan lagi untuk bermain bersama kita.

Yook intip peran apa saja  yang sering kami mainkan dirumah :
1. Bermain Peran Sebagai Fire Man atau Pemadam Kebakaran
Awalnya anak-anak melihat peran ini di film kartun kesayangan yait…
Postingan terbaru

Belajar Blog dari Lubnah Lukman

Dia adalah perempuan lulusan S2 yang memilih untuk menjadi Full Time Mom.
Kegemaran nya menulis menjadikan dia seorang Mom Blogger dengan hasil tulisan yang luar biasa bagus dan sudah mendapat banyak bonus job dari hasil menulis  walaupun tujuan menulis beliau bukan untuk uang tapi untuk menebar manfaat lewat tulisan nya. Niat ikhlas nya diganjar dengan rezeki dari Allah.
Predikat sabar selalu melekat kala nama nya disebut. Bisa jadi sabar ini yang membuat anak pertama nya Zafran sudah pandai membaca dan hafal juz 30 di usia nya yang belum genap 5 tahun tanpa masuk PAUD dulu.
Dan alhamdulillah sosok diatas itu adalah teman saya, mbk Lubnah Lukman.
Saya termasuk orang yang pemilih dalam hal pertemanan. Apalagi setelah menjadi ibu dan mulai belajar parenting. Jujur di lingkungan saya tidak banyak yang menerapkan ilmu parenting. Jadi lah saya mengembara di media sosial saya untuk mencari teman-teman yang sama-sama belajar dan menerapkan ilmu ini.
Allah memang Maha Baik, setelah mencari sekian…

Menggali Potensi Unggul Keluarga dengan Menyusun Family Strategic Planning

Assalamu'alaikum ,,,

Bahasan kali ini tentang FAMILY STRATEGIC PLANNING. Menantang ya bahasan kali ini Bund's, berat Bund's. Sebelum bilang berat, saya akan sharing tentang hasil nyata dari Family Strategic Planning (FSP) yang dilakukan oleh pasangan suami istri terkeren Founder Institut Ibu Profesional yaitu Pak Dodik Mariyanto dan Ibu Septi Peni Wulandari beserta anak-anak beliau tentunya. Hasil dari FSP ini akan berupa Family Project Planning yang dilakukan oleh anak-anak Pak Dodik dan Bu Septi.

❤❤ Enes Kusuma, putri sulung dari Pak Dodik dan Bu Septi, telah memiliki project SEMI (Save The Earth More Intensive) dan memenangkan Young Changemaker Ashoka 2009 di usia 13 Tahun.
Cerita tentang Enes Kusuma bisa intip disini Belajar Dari Perjalanan Enes

❤❤ Ara Kusuma, putri kedua, telah memiliki Moo's Project dan memenangkan Young Changemaker Ashoka 2008 di usia 11 Tahun
Cerita Ara Kusuma terangkum disini Munculnya Sang Integrator

❤❤ Elan Jm, putra bungsunya, memilikiRobo…

Pilihan Olahraga Untuk Anak-anak

Pada jadwal harian anak-anak di setiap pagi nya setelah Abi berangkat kerja kira-kira pukul 08.00 wib adalah olah raga. Bukan yang berat kami hanya jalan-jalan kecil karena usia mereka masih dibawah lima tahun paling tidak keliling komplek perumahan. Untuk menghindari kebosanan saya juga mengajak mereka olah raga keliling pantai dekat rumah, taman terbuka hijau yang menyediakan spot olah raga atau juga ke arena bermain anak fasilitas perumahan sebelah (hehhe).

Selain menghindari bermalas-malasan sambil nonton tv dirumah, moment olah raga saya mantaafkan untuk tadabbur alam sekitar. Mengenalkan anak-anak kepada lingkungan sekitar. Karena ilmu Bunda yang terbatas, Bunda mengenalkan anak-anak pada tumbuhan yang saya sudah tau sebelum nya. Agar mereka cepat dapat jawaban dari saya jika ada pertanyaan.
Menyentuh,mencium bahkan adalah cara perkenalan mereka dengan tumbuhan di sekitar saat olah raga. Selanjutnya menyebut nama, warna, bentuk dari buah,pohon dan daun. Dan dikunci dengan kalima…

Kisah Ramadhan, Mengingat Kampung Halaman

Pernah menjumpai imam shalat tarawih yang koneksi dewa, speed nya kenceng banget. Saya sampe ngos ngosan ngikuti nya. Banyak discount waktu, yang seharus nya selesai tarawih 45 menit jadi 30 menit. Kalau begini Vallentino Rossi semakin jauh ketinggalan. Hehehehe
Setelah selesai tarawih saya pun mesti kejar-kejaran dengan sang imam, pasal nya mau minta tanda tangan buku laporan shalat. Dan yang mengerumini dengan tujuan yang sama itu banyak sekali, jadilah kami para pelajar menyodor nyodorkan pena ke muka pak imam agar buku laporan sholat bisa di tanda tangan duluan.  Ini imam udah kayak seleb.
Mesjid Baitul Qoror, tempat kejar kejaran minta tanda tangan imam.hasil pencarian google

Pulang tarawih malam pertama ramadhan, mata saya memindai lantai tempat para sandal parkir. Mencari sepasang sandal jepit biru laut yang saya pakai tadi pas mau pergi ke mesjid. Ada sandal dengan warna senada tapi di bagian telapak kaki ga ada tanda huruf inisial nama saya. Ohhh itu pasti bukan punya saya. Lama…

Mari Berselancar di Blog Si Ibu

Kali ini saya akan nge-review blog kepunyaan mbk Desy Oktafia Si Super Emak yang pandai menulis. Pertama kali ketemu si embak pada kopdar pertama “ Rumah Belajar Nulis (Rulis)” IIP batam. Saya fikir waktu itu mbk desy baru belajar nulis sama seperti kebanyakan dari warga Rulis umum nya. Masuk komunitas Rulis supaya bisa menulis hebat yah minimal menulis bagus.
Kesan saya mengenai mbk desy ternyata salah. Waktu saya baca tulisan Si Ibuk satu ini di blog nya ada perasaan nagih. Mau baca lagi setiap postingan di blog nya sampai khatam. Hwhehhehe maafkeun saya mbk sudah judge the book by its cover padahal si embak udah pakai sampul kado. Jadi berharap kalau ada orang yang pandai di bidang sesuatu tolong ada stamp di bagian tubuh nya untuk menandakan bidang kepintaran nya akhhhggggg ngawur. Ketauan deh kalau saya ga bijak memandang orang. Apa karena saya kurang taat bayar pajak jadinya kurang bijak. Duuuhhh.
Cerita membersamai anak nya Khalid Walid dibuat seru nan menyenangkan dengan gaya b…

Menuangkan Segala Rasa Dengan Menulis

Kalau bicara tentang passion sampai sekarang saya juga masih ling lung sama passion diri. Tapi saya suka menulis. Walaupun tulisan saya ga sebagus tulisan mbk Annisa Istiqomah ataupun tulisan mbak-mbak di “Rumah Belajar Menulis” IIP Batam. Segala rupa mau nya ditulis walaupun ga publish, baik publish secaraelektrik (blog,FaceBook,dll) maupun secara fisik (surat tulis tangan) kayak jualan pulsa aja yak pake fisik elektrik segala hahahahha. Dari rasa seneng, kesel, mangkel, haru, syahdu semua deh mau nya dituliskan entah itu dikertas ataupun di note gadget.
Karena suka nya nulis, saya jadi berasa susah untuk ngomong langsung. Rasa riang gembira yang mau saya sampaikan ke orang lain dengan gegap gempita akan berubah menjadi gagap gempita. Aaa’’,,uuuu’’’aa’’,,uuu’’’’ halah, jangan sampe saya yakin sama teori Darwin kalau saya keturunan Homo Sapiens nihhhh. Ataupun rasa sedih yang saya sampaikan lewat kata terkesan ga bisa mempengaruhi lawan bicara.
Celaka nya, suami ga mau terima surat meny…